Mengenai Saya

Foto saya
Okta Widitya, putri pertama dari dua bersaudara dari pasangan Herwan Dairi dan Deviani. Mempunyai seorang adik laki-laki bernama Murry Marshal. Lahir di kota Teluk betung Bandar Lampung pada 8 Oktober 1983. Riwayat pendidikan Lulus pada tahun 1995 dari SD di Taman Siswa Teluk Betung Bandar Lampung. Tahun 1998, Lulus dari SLTPN 3 Bandar Lampung. Tahun 2001 Lulus dari SMAN 10 Bandar Lampung dan pada tahun yang sama diterima sebagai mahasiswa FKIP Biologi Universitas Lampung dan Lulus tahun 2006.selanjutnya mengikuti kursus Bahasa Inggris Conversation pada Lembaga Bahasa Inggris LIA. Pengalaman kerja pada Juli 2006 menjadi karyawati sebuah Apotik di Bandar Lampung sebagai kasir, 6 bulan kemudian diterima sebagai tenaga honorer di SMP Guna Dharma Teluk Betung Bandar Lampung. Selain itu juga menjadi guru privat pada jenjang TK, SD dan SMP. Pada tahun 2008 menerima SK CPNSD Lampung Barat sebagai Guru Biologi SMA dan pada tahun yang sama mengajar sebagai tutor S1 Pend. Biologi dan S1 PGSD pada Universitas Gunung Pesagi. Pernah terlibat dalam sukarelawan “Komunitas Sahabat Satwa(KOSAWA)” suatu komunitas yang melindungi satwa. Tahun 2012 pindah ke SMA Negri 1 Padang Cermin, Pesawaran

Kamis, 27 Oktober 2022

1.4.a.8 Koneksi antar materi modul 1.4

 Tugas 1. 4 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4 

A. Kesimpulan

Setelah mengikuti Program Guru Penggerak sebagai seorang CGP, dan sampai pada akhir modul 1.4 tentang Budaya Positif yang  akan  diwujudkan dilingkungan sekolah  Saya bertugas yaitu SMAN 1 Padang Cermin, saya bisa dapat mengambil kesimpulan bahwa penerapan budaya positif merupakan tanggung jawab setiap guru terutama saya yang telah mendapatkan pencerahan dari modul 1.4 ini. Saya sebagai guru dan teman teman rekan guru mempunyai salah satu tugas menerapkan budaya positif ini kelinglungan sekolah, terutama diruang kelas yang ruang lingkupnya lebih kecil. Dan peranan dalam menjalankan ini akan lebih maksimal jika semua pihak dapat berkolaborasi dengan baik dalam menciptakan Budaya positif disekolah dengan menerapkan konsep-konsep intinya seperti disiplin positif, moivasi prilaku manusia (hukuman dan penghargaan), posisi kontrol,restitusi, keyakinan sekolah/kelas, hingga penerapan segitiga restitusi bagi para peserta didik disekolah.


Penerapan  konsep-konsep inti Budaya Positif dari Modul 1.4 ini seperti disiplin positif, moivasi prilaku manusia (hukuman dan penghargaan), posisi kontrol,restitusi, keyakinan sekolah/kelas, hingga penerapan segitiga restitusi bagi para peserta didik disekolah tentunya berkaitan erat dengan materi-materi sebelumnya pada modul 1.1 Filosofi Pendidikan KHD,  1.2 Nilai dan peran guru penggerak dan 1.3 Visi Guru Penggerak.

Pembelajaran modul 1.1, Filosofi KHD menekankan pendidikan yang menuntun anak mencapai kebahagian dan kesuksesan dalam proses pembelajaran yang bersifat berpihak pada murid. Pembelajaran modul 1.4 ini menurut saya memerdekakan murid pada saat melakukan kesalhan. Murid tidak serta merta diberikan hukuman akan tetapi kita seorang guru berusaha memahami karakter murid dan latar belakang kenapa alasan kesalahan itu bisa terjadi. 

Dan sebagai seorang pendidik, tujuan kita adalah menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berprilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi instrinsik, bukan ekstrinsik agar disiplin diri tersebut melekat sepanjang hayat sebagai karakter baik pada peserta didik kita. dan untuk mewujudkan impian itulah maka diperlukan seorang pendidik yang memiliki nilai-nilai dan peran sebagai Guru Penggerak terutama niali yang selalu berpihak pada murid seperti halnya tujuan KHD dan berperan sebagai pemimpin pembelajaran dan mewujudkan kepemimpinan murid (merdeka belajar) sebagai mana peran sebagai seorang Guru Penggerak. Dan dalam proses pelaksanaannya, seorang pendidik juga harus memiliki VISI yang terus dikembangkan dalam mendidik muridnya karena hal itu penting untuk mewujudkan keberpihakan pada murid-murid sehingga mereka bertumbuh dengan maksimal dan optimal.

B. REFLEKSI

Pada modul 1.4 tentang Budaya Positif ini. Mulai dari kajian tentang disiplin positif , teori kontrol, teori motivasi, hukuman dan penghargaan, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas dan segitiga restitusi semuanya merupakan hal yang menarik bagi Saya. Karena dengan mempelajari modul ini saya menyadari banyak kesalahan yang telah saya perbuat dalam mengatasi permasalahan yang ada pada murid saya. Semoga saya dapat segera memperbaikinya dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam modul 1.4 ini. 

Perilaku  disiplin tercipta berdasarkan motivasi instrinsik dari diri mereka sendiri, Kita tidak dapat mengontrol peserta didik kita karena teorinya yang mampu mengontrol hanya dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan motivasi Instrinsik dalam diri mereka sendiri agar disiplin positif itu bisa terwujud dan bertahan lama, melekat dalam diri mereka sehingga proses pembelajaran yang berbasis pembentukan karakter seperti yang Saya harapkan dalam Visi saya kedepan dapat terlaksana.Saat ini juga saya sudah memahami bahwa hukuman dan penghargaan bukan hal yang tepat untuk dilakukan dalam mewujudkan disiplin positif karena tidak dapat menumbuhkan motivasi instrinsik yang diharapkan.Bahkan sebuah penghargaan bisa menjadi sebuah hukuman bagi mereka yang sangat termotivasi dalam melakukan sesuatu hal hanya untuk mendapatkannya. Saya juga sudah memahami bahwa dibalik tingkah laku peserta didik yang berbeda beda ada sebuah kebutuhan dasar yang hendak mereka penuhi.

Perubahan yang terjadi dalam menciptakan budaya positif dikelas dan disekolah setelah mempelajari modul ini adalah saya berusaha memahami karaerter siswa saya bagaimana minat mereka dalam belajar, hal hal yang disukai atau tidak disukai dlm menciptakan kondisi yang sesuai dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Pengalaman yang pernah saya alami dalam menerapkan budaya positif diruang kelas maupun sekolah adalah suasana y KBM yang lebih nyaman murid juga todak jenuh dalam belajar sehingga tercipta suasana yang tidak
Menegangkan, ceria bahkan mereka bebas mengeksplorasi diri mereka dalam
Pembelajaran. 

perasaan saya ketika mengalami hal hal tersebut adalah saya menjadi lebih percaya diri dalam mendidik dan mengajar mereka dengan ilmu yang saya miliki dan terapkan ke peserta didik saya. 

Menurut saya hal hal yang sudah baik yaitu saya dan siswa saya sudah bisa
Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bisa menciptakan lingkungan yang positif.  Yang perlu diperbaiki menurut saya masih munculnya karakter negatif dari siswa seperti seperti celoteh yang negatif dll.

Sebelum mempelajari modul ini saya sering sekali berperan sebagai penghukum, pembuat merasa bersalah dan teman. Perasaan saya pada saat itu adalah saya merasa apa yang saya jalankan saat itu adalah benar. Setelah mempelajari modul ini posisi yang berusaha saya pakai yaitu posisi manajer, perasaan sekarang posisi manajer lebih tepat dan memerdekakan murid murid saya. Karena mereka melakukan kesalahannya pasti
Punya dasar dan punya alasan kenapa hal itu bisa terjadi. 
Sebelum mempelajari modul ini pernah saya menerapkan segitiga restitusi pada tahapan validasi tindakan yang salah saja. Saya menekankan siswa saya mereka harus memahami terlebih dahulu apa yang mereka lakukan adalah salah. Dengan cara menanyakan kepada mereka apa yang telah dilakukan, menurut pendapatnya baik atau tidak jika hal itu dilakukan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar