Assalammualaikum warahmatullahi wa barakatuh….
Salam sejahtera untuk kita semua
Tabik pun…
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayah yang telah diberikan sehingga kita masih bisa berkarya dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat serta salam tak lupa kita sanjung agungkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Yang selalu kita nantikan safaatnya diakhir nanti.
Terimakasih atas kesempatan pada kali ini saya diberikan tugas untuk menulis kesimpulan dan refleksi pengetahuan dan pengalaman baru yang dipelajari dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Tugas ini sebagai tugas pada akhir modul 1.1.a.8 koneksi antar materi, kesimpulan dan refleksi modul 1.1
1. PROFIl KI HADJAR DEWANTARA
Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama kecil Raden Mas Soehardi Seorjaningrat, Pebdiri sekolah Taman Siswa di Jogjakarta ini merupakan tokoh Pendidikan nasional. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889 yang sampai saat ini tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai hari Besar Nasional yaitu Hari Pebdidikan Nasional.
2. TRILOGI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
Trilogi Pebdidikan Ki Hadjar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo yaitu disepan memberikan tauladan atau contoh, Ing Madyo Mangun Karso yaitu di tengah tengah memberikan semangat dan Tut Wuri Handayani di belakang memberikan motivasi. Sampai saat ini dijadikan acuan dalam dunia pendidikan dan semboyan tut wuri Handayani sampai saat ini masih digunakan sebagai lambang dunia pendidikan.
3. PENDIDIKAN YANG MENUNTUN
Pemikiran beliau tentang pendidikan dan pengajaran merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan merupakan proses menjadikan siswa sebagai manusia yang merdeka, mandiri bisa mempertanggungjawabkan prilakunya sebagai masyarakat sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Sedangkan pengajaran merupakan proses membekali siswa dengan ilmu yang bermanfaat.
4. KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN
Pendidikan dan pengajaran merupakan proses menuntun siswa agar bisa mendapatkan pola pikir yang disesuaikan dengan karakter yang baik. Pendidikan merupakan lahan dimana siswa sebagai bibit calon tunas bangsa dapat tumbuh dan nantinya dapat bernilai guna untuk dirinya sendiri dan dimasyarakat. Guru menciptakan proses persemaian bibit bibit tersebut tumbuh sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya, menuntun pola pikirnya agar dapat menghadapi masalahnya dengan bijak, memecahkan masalahnya dengan arif sesuai dengan nilai nilai luhur yang berlaku dalam budaya masyarakat.
5. PENDIDIKAN YANG MENGHAMBA PADA ANAK
Dalam proses persemaian bibit bibit tersebut sebagai seorang pamong dapat mempersiapkan lahan dan proses perencanaan yang baik disesuaikan dengan karakter masing masing yang dimiliki peserta didik. Pendidikan yang menghamba kepada anak memerdekakan proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan potensial sesuai bakat yang dimiliki masing masing siswa.
Pada saat sebelum mempelajari modul 1.1 sebagai seorang guru saya menganggap siswa mempunyai kemampuan yang sama dalam kecepatan dan kemampuan belajarnya. Setelah mempelajari modul 1.1 saya meyakini anak anak mempunyai karakter berbeda, kecepatan dan kemampuan belajar yang berbeda pula. Guru sebagai pamong harus bisa mengerti keadaan siswa semaksimal mungkin dapat mendesing pembelajaran yang dapat mengi cermin keadaan berbeda tersebut. Bukan untuk membedakan satu sama lain tapi bagaimana caranya ya mengembangkan potensi yang berbeda beda tersebut berkembang dengan semestinya.
Video refleksi pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar